Skip to main content

Posts

Showing posts with the label curhat

Aku Gak Percaya sama Orang Lain

Sekarang udah bulan Maret. Januari dan Februari rasanya cepat sekali, ya. Enggak sih, ini bohong. Februari buatku rasanya lama banget. Sedangkan Maret ini rasanya cepat banget, sekarang udah tanggal 5, besok tanggal 6. Wow. Cukup banyak hal yang terjadi dalam waktu dua bulan ini. Aku sempat belajar untuk percaya sama orang lain sebulan belakangan ini, dan... dikecewakan. Ternyata aku memang gak boleh percaya sama orang lain.  Kepercayaan itu sebenarnya buatku adalah suatu hal yang fragile, bahkan sangat fragile. Memberikannya kepada orang yang salah, maka hancur juga lah kepercayaanmu pada orang itu, pada dirimu sendiri, bahkan pada dunia, seperti yang aku alami sekarang ini. Masalahnya adalah, aku dari awal memang susah percaya, susah membuka diri pada orang lain. Lalu saat aku sudah membuka diri, ternyata keputusanku salah besar. Aku tidak seharusnya membuka diri pada orang lain. Ini mungkin tindakan proteksi, tindakan egoisku untuk diri sendiri. Aku memilih untuk me...

Papa...

I cant sleep tonight. I really cant sleep. Thoughts come and go throughout my mind. They’re wandering inside my little brain. My tiny brain. Inside my head. Inside my body. To keep me alive. To keep me on thinking. Never ending stuffs. Never ending thoughts to think. Never runs out of thoughts to think about. Aku sekarang ini sedang merasa cemas, takut, khawatir, in which in English is refered as anxiety. Semua perasaan ini ada triggernya. Semua perasaanku punya trigger. Semua pikiranku punya trigger. Sebelum tenggelam dalam pikiran-pikiran negatif, pasti ada sesuatu yang membuat satu pikiran negatif masuk ke kepalaku, lalu berkembang biak dengan membelah diri. Satu menjadi dua, dua menjadi empat, empat menjadi delapan, delapan menjadi enambelas, dan seterusnya. Before that, I want to tell you that I was having a bad day until. There’s a trigger, of course. I was kinda disappointed, but that’s another story. Here’s the thing I wanna write and release. I don’t wanna bear alo...

Experience: Reasons Why I feel 2016 is My Year

This year, I'm turning 18 and I've turned 18 last month. This year has been great so far, yeah. Compared to last year, I guess I can say that I'm happier this year. Well, I'm not gonna use full English in this post because I'm gonna tell you why I think 2016 is my year and it's not gonna be a short one. Tahun ini, banyak kejadian yang terjadi, seperti tahun-tahun sebelumnya. Tahun ini, cukup banyak pencapaian yang sudah berhasil kucapai. Banyak pengalaman baru yang kudapat di tahun ini. Aku punya banyak cerita untuk kuceritakan pada anak-anakku kelak, tentang usiaku yang ke-17 ini. Tahun ini, aku lulus SMA dengan nilai yang cukup memuaskan. Aku meraih peringkat kedelapan program IPA di sekolahku. Prestasi yang bagiku bisa dibanggakan sedikit.  Tahun ini juga, aku membuka online shop , Name it Bags, dan menekuninya di awal-awal pembukaan. Sekarang ini, Name it Bags cukup ramai namun aku tidak begitu fokus pada online shopku, karena prioritasku adalah k...

Life Lessons: The Past and Me

In this very mood, I'll write about something that triggers me. Bermula dari keisengan karena tidak ada kerjaan, aku membuka halaman facebook -ku, lalu scrolling sampai bawah-bawah. Sampai pada masa aku SMP. Baru saja lulus SD saat itu. Kira-kira tahun 2010 sampai tahun 2012. Itu masa-masa dark ages bagiku. Tidak, bahkan durasinya lebih lama. Sekitar tahun 2008-2012. Natasha's dark ages of her life . Well , kenapa aku bisa bilang ini dark ages buatku karena di masa itu aku banyak melakukan hal yang memalukan untuk diriku sendiri. Hal-hal yang aku sesali hingga sekarang ini. Dan masih kupertanyakan. Dulu aku seperti itu, seakan-akan mau memberitahu dunia seberapa besar masalahku sendiri yang sebenarnya, kalau kulihat sekarang ini, tidak ada apa-apanya dibanding semua masalah yang ada. Zaman-zaman FB masih trending dan aku rajin sekali posting status yang isinya aneh-aneh, mulai dari galauan khas anak SMP, sampai maki-makian. Ya ampun. Apa yang kulihat dan sebagian su...

Curhat: Aku

Sebenarnya, aku hari ini pengen nulis tentang beberapa hal. Tetap curhatan, seperti biasa. Dan kupikir, aku akan memaksimalkan fungsi blog ini sebagai tempat curhatku, tempat untukku menuangkan semua pikiran-pikiranku, terutama yang negatif. Toh nanti, aku sendiri ini yang akan membaca tulisanku. Topik yang ingin kubahas hari ini mengenai seseorang yang belakangan ini sedang dekat denganku, aku yang semakin terlihat ke-introvert-annya, aku yang butuh muse untuk kembali menulis, dan aku yang sedang galau karena ke-introvert-anku itu. Mari kita bahas satu per satu. Ini sebagai salah satu cara untuk keluar dari pikiran negatif yang sering menghantuiku.  Aku saat ini sedang suntuk di rumah, ingin istirahat, dan memaksakan diri untuk refreshing. Aku tidak tahu sebenarnya apa yang bisa membuatku segar kembali, yang membuatku lebih bahagia lagi, dan membuatku merasa keluar sejenak dari penat yang sempat menggangguku beberapa minggu ini. Aku tidak tahu. Hobi? Hobiku (dulu) men...

Dreams: 29/11 Night, a Sweet Dream

Setiap kali tertidur, entah tidur siang maupun tidur malam, pasti aku bermimpi. Dan kebanyakan dari mimpi itu bukan mimpi yang menyenangkan. Semalam lain. Aku memimpikan seorang laki-laki, yang tinggi, tampan, dan polos. Seperti dalam webtoon Eggnoid karya Archie the Cat yang kubaca beberapa minggu yang lalu, begitulah rupa laki-laki itu. Cerita dalammimpiku ini aneh. Akulah yang merawat laki-laki itu, yang kusebut saja X. Tapi aku menyembunyikannya dari dunia luar, dari orang-orang yang kukenal. Aku ingat bagaimana aku membawanya ke sebual mal, lalu berlarian dengannya di mal tersebut untuk menghindari kejaran seseorang. Sebelumnya, kurasa aku ingat mengajaknya masuk ke sebual lift, melewati beberapa orang yang kukenal di lobby mall tersebut. Di tengah pelarian itu, aku bertemu orangtuaku dan adikku. Mereka tidak bertanya, tapi mereka bingung mengapa aku berlari dengan bergandengan tangan dengan laki-laki itu. Mereka akhirnya ikut mengejar kami. Dan X mendadak berhenti untuk mem...

Life Lessons: Grateful

Pikiran gue, beberapa jam yang lalu, masih sangat rumit dan ruwet. Ibaratnya, otak gue itu kota Jakarta, semua pikiran-pikiran gue itu adalah mobil dan motor yang berseliweran di mana-mana dengan jumlah dua kali lipat yang biasa melintas di jalanan ibukota, lalu akal sehat gue itu adalah lampu merah yang sedang tidak bekerja. Dan perasaan gue adalah jam macet, yaitu rush hour dan jam pulang kerja. Kebayang kan ribetnya gimana? A lot has been going inside my head . Tapi sekarang, gue udah sadar. Seakan-akan gue ditampar dan dibangunkan dari mimpi buruk. What a lovely time and life to live . Itu bukan kata-kata sarkastik atau sinisme, tapi itu benar-benar sebuah pujian dan sebuah ungkapan syukur gue. Gue mau berbagi untuk kalian semua, yang saat ini merasa sendirian, merasa tidak punya gairah hidup, merasa tidak berguna, merasa ingin mati saja, yang berpikiran mati adalah cara terbaik untuk mengakhiri semua masalah kalian. Semoga kalian bisa mengambil sesuatu dari cerita yang gue ...

Self: Introversion in Me

Kalau ditanya, sebenarnya kamu itu orang yang kayak gimana, kamu bakal jawab apa? Well, gue jujur nggak pernah ditanya, sih, tapi sedikit banyak gue tahu gue itu orang yang kayak apa. Gue sudah pernah tes minat-bakat sekaligus tes kepribadian, online, offline, free maupun berbayar. Semua hasilnya menunjukkan kalau gue memang seorang introvert. Tipe kepribadian gue menurut Myers-Birggs Type Indicator (MBTI) adalah INFP/INFJ yang artinya Introvert, iNtuituve, Feeling dan Perceiving/Judging. Kenapa gue tulis dengan garis miring di situ? Karena hasil tes gue menunjukkan kecenderungan gue sebagai INFP dan INFJ. Hasilnya hampir seimbang. Hasil tes gue menunjukkan kalau gue adalah INFJ, tapi menurut semua ciri-ciri INFP dan INFJ yang sudah gue bandingkan dengan diri sendiri, gue lebih ke INFP daripada INFJ.  Introvert. Buat kalian yang belum tahu, introvert itu adalah orang yang lebih menyukai berada dalam pikiran atau dunianya sendiri. Introvert ini memiliki pikiran dan duni...

Experience: Sedikit Pengalaman dengan Bulimia

Berkaitan dengan post saya kemarin, maka saya berpikir untuk berbagi pengalaman tentang bulimia nervosa yang saya derita. Berat badan saya pernah mencapai angka 56 kg, dengan tinggi badan <155 cm. Tentu saja bukan berat badan yang ideal, karena idealnya adalah 45 kg menurut saya. Di bulan Desember 2013, saya menghadapi suatu masalah yang membuat saya stres dan tidak nafsu makan. Di tambah lagi, saya sempat sakit selama beberapa hari sehingga sama sekali tidak bernafsu makan, sekali pun di hadapan saya sudah tersedia makanan kesukaan sepanjang masa, yaitu nasi goreng. Dari masalah itu, saya berniat untuk membuat orang itu menyesal. Ibarat kata, saya ingin balas dendam padanya dengan menunjukkan bahwa saya bisa kurus dan menjadi cantik, sehingga ia saya boleh merasa bangga pada diri sendiri sekaligus 'membalas dendam'. Di mulailah diet saya. Tekad saya ketika itu sudah bulat dari dalam hati, tidak diumbar ke mana-mana. Tidak ada seorang pun yang tahu bahwa saya se...

Curhat: Tentang Curhat

"Kalau punya uneg2, dikeluarin aja, gak apa-apa. Daripada dipendem sendiri, nanti jadi busuk." Beberapa orang pernah mengatakan hal itu kepada saya, dengan intonasi nada yang berbeda. Posisi mereka dalam hati saya juga berbeda. Dua hal itu membuat kalimat itu memberikan kesan berbeda dalam hati saya. Kata-kata itu sesungguhnya seperti sihir, bisa membuat saya seketika terbuka dengan orang itu. Namun sihir tidak selamanya ampun. Kadang, kata-kata itu malah membuat saya tidak bisa memercayai orang itu, sehingga saya tidak bisa bercerita sama sekali tentang uneg2 dalam hati saya. Bila diucapkan oleh orang yang tepat, dengan intonasi nada pengertian dan sabar, pasti langsung bisa mengalir deras apa yang sedang mengusik hati dan pikiran saya. Atau terkadang, bisa secara otomatis saya menyerocos tentang uneg2 itu. Belakangan ini, saya sangat tertutup. Saya mendapati diri saya sedih, galau, gelisah, namun tidak bisa mengeluarkannya kepada siapapun. Orang-orang terde...